Showing posts with label kebudayaan. Show all posts
Showing posts with label kebudayaan. Show all posts

Wednesday, 15 March 2017

Faktor Yang Menyebabkan Kebudayaan Berubah

Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kebudayaan Berubah
Beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan berubaah yaitu:
A. Discovery dan Invention
  • Discovery dan Invention bisa berupa benda-benda seperti roda, bajak, komputer, bisa juga berupa tingkah laku atau gagasan misalnya demokrasi, pembelian dan penjualan. Discovery berarti bertambahnya pengetahuan sedangkan invention berarti aplikasi baru dari pengetahuan tersebut. Discovery atau invention bisa ditemukan dari dalam atau luar masyarakat. Apabila discovery atau invention ditolak maka tidak terjadi perubahan. Suatu perubahan akan terjadi apabila discovery dan invention diterima sebagai inovasi. Inovasi diterima dengan membuat perhitungan biaya dan keuntungan.
B Difusi
  • Adalah peminjaman elemen-elemen kebudayaan baru yang dipinjam dari luar dan diintegrasikan kedalam kebudayaan kelompok penerima. Peminjaman ini bisa mengakibatkan lompatan kebudayaan namun bisa juga menjadi fatal akibatnya. Untuk mempercepat laju pertumbuhan industrinya pada abad ke-19 Jerman mengadopsi teknologi Inggris dan Belgia untuk menghindari kegaagalan dan kesalahan-kesalahan. Demikian juga seperti yang dilakukan oleh Jepang.
C.  Akulturasi
  • Akulturasi mirip dengan difusi dalam arti peminjaman. Apabila difusi meminjamnya dengan sukarela maka akulturasi lebih cenderung dipaksakan oleh kelompok masyarakat yang lebih kuat. Penaklukan Spanyol terhadap Mexico memaksa kelompok-kelompok penduduk lokal menerima Katolik. Negara-negara dunia ketiga dipaksa menerima demokrasi oleh negara-negara maju.
D. Revolusi
  • Revolusi adalah perubahan secara drastis daan cepat yang biasanya disertai dengan pemberontakan. Revolusi Iran tahun 1979 dengan menggulingkan rezim Shah Iran Reza Pahlevi yang membawa perubahan-perubahan dalam sendi-sendi kehidupan rakyat Iran dari sekuler menjadi Islam. Begitu juga Mustafa Kemal Attaturk mengubah masyarakat Turki dari Ialam menjadi sekuler. Indonesia telah mengalami beberapa revolusi yaitu berdirinya negara Indonesia tahun 1945, orde baru, dan reformasi yang membawa dampak perubahan-perubahan yang drastis. Pada masa reformasi menjadikan negara Indonesia menjadi lebih  demokratis menggantikan rezim yang otoriter. Pemilu lebih terbuka dengan lebih banyak partai yang berperan dengan berbagai variasi ideologi. Orang lebih berani untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.

Saturday, 11 March 2017

Sistem-sistem kebudayaan dan Fungsi sistem kebudayaan

Sistem-sistem kebudayaan
  • Kebudayaan sebagai sistem adaptif mempunyai fungsi sebagai sarana untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baik lingkungan alam maupun sosial. Sebagai salah satu contoh pertanian subsistensi dengan cara peladangan berpindah merupakan strategi adaptasi terhadap lingkungan perbukitan yang hanya mengandalkan air dari hujan. Sehingga padi yang dikembangkan berbeda dari pada sawah. Di dalam kebudayaan industri menerapkan aturan-aturan standar mutu adalah strategi adaptasi terhadap pasar global.
  • Kebudayaan sebagai sistem kognitif adalah segala sesuatu proses yang terjadi di dalam otak manusia. Cara berpikir masyarakat tradisional, misalnya, lebih banyak mengandalkan analogi-analogi sedangkan cara berpikir ilmiah yang memerlukan bukti-bukti untuk mendukung pernyataannya.
  • Kebudayaan sebagai sistem struktur dari simbol-simbol yang dimiliki memiliki anlogi dengan struktur pemikiran manusia. Di dalam kesenian, membuat rumah, dalam menulis cerita komposisi yang terlahir merupakan model dari pemikiran manusia. Misalnya penempatan kanan kiri, utara-selatan, barat-timur, hitam-putih, siang-malam merupakan salah satu model berpikir manusia secara oposisi biner. Karena dalam berpikir manusia ikut serta bagaimana kita tahu kanan kalau kita tidak mengetahui kiri sebelumnya. Bagaimana kita tahu malam kalau sebelumnya kita tidak mengalami siang. Pembagian kategori yang bertentangan ini merupakan ekspresi model berpikir yang kita sadari.
  • Kebudayaan sebagai sistem simbol dan makna-makna yang dimiliki bersama. Simbol merupakan hubungan antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi. Bagi orang Indonesia bendera merah putih (penanda) dan makna yang bisa kita baca (petanda) adalah berani dan suci. Mungkin bagi kebudayaan lain merah putih belum tentu mempunyai makna yang sama dengan kita. Dalam menyampaikan suatu konsepsi peranan simbol-simbol sangat penting, simbol dapat berupa kata, angka, gerak tubuh yang bermakna. Bagaikan suatu kalimat, suatu simbol bisa langsung dibaca maknanya, tetapi adakalanya suatu simbol tidak berdiri sendiri sehingga maknanya bisa dibaca ketika ia muncul bersama dengan simbol-simbol lain.

Wednesday, 8 March 2017

Pengertain Mode Kebudayaan

Mode Kebudayaan
Mode atau fashion adalah cara dan gaya melakukan dan membuat sesuatu yang sering berubah-ubah serta diikuti orang banyak. Hal terakhir ini merupakan ciri khas dari mode yakni sifatnya missal. Mode atau fashion tidak hanya tampak pada cara orang memotong dan menggunakan pakaian, cara mengatur rambut dan sebagainya, tetapi juga dalam hal mengejar sesuatu yang baru di bidang lain., misalnya tarian tradisional jawa dielaborasi dengan kesenian melayu atau bali akan lahir tarian kontemporer modern, tetapi dari mode juga akan melahirkan sesuatu yang dianggap aneh oleh masyarakat misalnya rambut dengan gaya funky, dengan di cat berwarna-warni. Dari mode akan lahir sesuatu yang baru yang bersifat inovatif yang mungkin nantinya akan dianggap biasa.

Dalam sistem budaya ini terbentuk unsur-unsur yang paling berkaitan satu dengan lainnya. Sehingga tercipta tata kelakuan manusian yang terwujud dalam unsure kebudayaan sebagai satu kesatuan.

Menurut model ini kebudayaan merupakan strategi dalam upaya memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan integratif manusia. Misalnya saja dalam memenuhi kebutuhan makan manusia mengembangkan mata pencaharian sebagai peramu dan pemburu, sistem pertanian, perladangan berpindah dan menetap. Manusia juga sangat dikendalai oleh sistem lingkungan selama teknologi masih terbatas. Sistem pertanian intensif tidak mungkin terjadi di daerah pegunungan yang sulit mendapatkan air, kecuali mengandalkan hujan. Sistem mata pencaharian berburu, bertani merupakan mata pencaharian yang bersifat subsistensi yaitu mata pencaharian yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari- hari, adalah gejala yang universal.

Tetapi, pola- pola berburu, bertani masing- masing, masyarakat mengembangkan polanya sendiri sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya. Apa yang ditanam, bagaimana cara memanen, pengetahuan- pengetahuan tetang musim, pengetahuan terhadap hama masing- masing masyarakat mempunyai ciri khasnya sendiri. Dalam rangka memenuhi kebutuhan ini diperlukan organisasi sosial untuk mengorganisasikan pekerjaan ini misalnya kekerabatan dalam masyarakat tradisional. Mengacu kepada model diatas maka kekerabatan merupakan pemenuhan kebutuhan sekunder. Dalam sistem kekerabatan perlu menegakkan aturan- aturan atau norma yang bertujuan mengintegrasikan dan melestarikan kelompok kekerabatan tadi.

Pada masyarakat industri berbeda lagi secara umum kebutuhan akan pangan sudah tidak subsisten lagi tapi sudah untuk kepentingn komoditas maka dikembangkanlah agroindustri. Untuk memenuhi kebutuhan maka diperlukan jaringan- jaringan pemasaran dengan sistem pembagian kerja yang profesional, membuat standar mutu dari suatu produk.

Mode kebudayaan itu sendiri dibagi atas 3 wujud, yaitu:
  • Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan) adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya) adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.